Dress Coded: An Education on (unnecessary) Sexualization

Originally posted on Sophieologie:

dress-coded-1

When one Illinois middle school cluelessly decided to ban leggings & yoga pants because they were “distracting to the boys”, they probably didn’t have any idea it would be the catalyst to a national conversation about dress codes in school.

I mean, dress codes are like, so un-controversial. Until now.

Now, all sorts of interesting stories are surfacing. Girls wearing the same regulation gym outfits, but the curvier ones are getting dress-coded. Tall girls getting dress-coded for short garments, even though they’re finger-tip length, while short girls seem to not draw the same leg-bearing ire. One girl getting sent home from prom for wearing pants. Another girl was sent home from her homeschool prom because male chaperons said her dress was “causing impure thoughts”…for the teenage boys, of course.

So… Many interesting stories indeed.

The leggings ban irked me immediately for two reasons. The first…

View original 1,033 more words

Penikmat Senja

Aku penikmat senja, dengan syair syair lagu beralunan gitar akustik
Aku penikmat senja, dengan tatapan hangat melihat matahari merah
Aku penikmat senja, dengan angin menerpa tubuhku ringan
Aku penikmat senja, dengan menanti pujaan hati yang tak kunjung datang.
Berjalan untuk menemukanmu. Bersenandung lirik dalam sepi

“Kucari kamu dalam setiap langkah dalam ragu yang membisu”

Tak tau jalan mana yang harus kupilih saat dipersimpangan. Senja ini masih kunikmati. Bermandikan sejuta cahaya merah.

Hay senja, katakan padanya aku merindukannya.
Masih tak kudapati kamu saat aku pilih jalan bercabang lima menit lalu.
Senja yang mulai hilang. Lonceng yang berdentang ringan saat angin menerpa.
Senja yang mulai hilang, memudar hitam. Seketika itu aku menemukanmu. Pilu. Melihatmu dengan seseorang. Rindu ini lara.
Aku kembali dengan hati memerah darah.
Kamu penikmat senja dengan seseorang disampingmu, yang bukan aku.

Apa Arti Kamu Jika Tak Ada Aku -

Jaman sekarang, lagi marak maraknya “galau”. Dikit dikit galau. Ga makan, galau. Ga mandi, galau. Ga boker, lebih galau. Apalah ini. Galau bikin orang lebih banyakan sedih ketimbang seneng.

Gue ngomong begini bukan berarti gue ga pernah galau. Pernah, tapi ngga sampe berlarut-larut. Ngerasa salah? Iya. Menyesal? Iya. Tapi untungnya gue ngga pernah self injury. Nyakitin diri sendiri. Galau sakit, ditambah self injury, tambah sakit lagi.

Gue pernah ngga dianggep sama orang yang gue sayang, gue pernah diselingkuhin, gue pernah diboongin, gue pernah dimaki maki sama pacar gue sendiri. Yang lebih sakit lagi, ditinggiin abis itu dibikin down banget. Rasanya kaya orang yang lagi bahagia naik parasut, tiba tiba talinya putus, dan jatuh. Itu.

Dan bodohnya gueeeeeee, gue masih memohon biar bisa memperbaiki hubungan. Lebih bodohnya lagi, dia yang salah tapi sok sok jadi korban. Lah guenya korban tapi malah yang jadi tersangka. Kan anjir.

Gue ngemis ngemis sama orang yang salah. Temen gue udah bilang, “lo bego? Orang jelas jelas dia yang salah masih aja dibelain, dipertahanin.” dengan polosnya gue bilang, “gue sayang sama dia, gue gampang ngerasa salah..”

Iya, gue tipe orang yang gampang banget ngerasa salah. Dikit dikit ngomong, “duh.. Gimana dong.. Gue ngga enak sama dia.” dan dari sini, gue selalu dimanfaatin.

Banyak temen-temen gue yang ngebego-begoin gue. Gatau deh, ini cinta buta apa gimana. Abis, tiap kali mantan mantan gue bikin salah dan endingnya minta putus, gue selalu bilang, “salahku tu apa? Kenapa kamu gini? Aku ngga mau, aku ngga bisa kalo ngga ada kamu. Apa artinya aku tanpa kamu..”

Itu, kalimat yang bakal bikin elo kaya cewek murahan, ngemis ga jelas. Itu juga kalimat yang bikin pria bahagia, sukses bikin orang ngerasa salah, sukses bikin si pria ngerasa paling kece. Emang lo tau si cowok bakal bilang, “ni cewek ngga mau diputusin. Dia udah kecantol sama gue. Ya jelas, gue kan keren. Mana ada sih cewek yang mau pisah sama gue”. Lo ngga tau kan kalo yang lo bilang,”dia sayang sama gue” eh dibelakang elo dianya malah bilang gitu. Nyakitin bray.

Cowok banyak. Banyak yang lebih bisa ngertiin, lebih bisa nyenengin, dan lebih lebih yang lain. Cowok yang nyakitin mah sama aja nggak menghargai dirinya sendiri, wong ya cewek harusnya dihargai bukan diinjek injek.

Gue peringatin aja sih. Jangan sampe elo ngemis ngemis. Orang yang sayang sama elo, ngga akan ngebiarin elo ngemis ngemis buat diperhatiin dan dingertiin. “Terkadang, Tuhan hanya mempertemukan, bukan menyatukan”. Camkan itu. Jodoh juga ga kemana. Santai aja. Kalo nanti ada cowok minta putus, bilang aja, “aku salah apa sampai kamu minta putus? Aku nggak ngertiin kamu? Aku posesif? Kamu bosen sama aku? Mm selama ini aku ngertiin kamu. Aku posesif? Enggak, aku hanya memastikan. Itu juga buat hubungan kita. Kamu bosen sama aku? Kalo kamu sayang, kamu ngga akan bosen. Kamu yang punya masalah sama dirimu sendiri. Aku ngasih yang terbaik walaupun kadang bikin kamu marah. Aku selalu dengerin kamu, aku selalu mencoba bikin kamu seneng walaupun sebenernya aku sakit. Kalau sekarang kamu minta putus, gapapa kok. Jangan salahkan aku kalau suatu saat aku pergi dan kamu punya pacar lagi, tapi pacar kamu nggak bisa ngasih apa yg bisa nyenengin kamu, dan kamu menyesal mutusin aku, jangan cari aku lagi. Cukup itu jadi penyesalanmu aja. Ijinkan aku bilang, apa artinya kamu jika tak ada aku :)”

-Ini Rahasia-

Dan suatu ketika aku mencintai seseorang yang kerap kali bertemu di ujung jalan sana.

Menunggunya ketika aku tak mendapatinya. Dan tersenyum ketika aku melihatnya berjalan.

Melihat punggungnya, melihatnya memakai kemeja, sepatu nike yg senantiasa dipakai, dan tatanan rambut yg membuatnya terlihat sedikit lebih muda. Aku suka seperti ini, seperti penguntit. Melihat kebiasaannya, kesukaannya, apapun itu. Aku suka saat aku menyukainya.

Semakin lama perasaan ini tak terkendali. Semacam cinta buta, tapi tidak. Dia begitu istimewa.
Tapi aku bisa apa? Aku tak bisa dan tak mau mengungkapkan padanya. Bahkan mengenalnya pun aku tidak. Menatap matanya pun aku tak berani. Perasaan ini rahasia, perasaan ini istimewa. Aku hanya sanggup mengucapkan lewat syair malam. Aku hanya sanggup mengucapkan dengan si Pencipta perasaan. “karena mendoakan adalah cara mencintai paling rahasia”

Entah, khayalanku masih sama seperti 2 tahun lalu. Masih berharap hari itu datang. Saat aku berharap kamu tau perasaanku. Saat aku berharap kamu membalasnya dan saat perjuangan itu dimulai.

Aku terlalu berharap pada hal yang tidak seharusnya aku harapkan. Mengharapkan aku bisa bersamamu.

Seharusnya aku tak berkhayal seperti itu dengan posisimu yg sudah dimiliki dia. Kamu terlihat bahagia bersamanya. Aku bisa apa?

Seharusnya aku bisa bahagia melihat kamu tersenyum bersamanya, tapi nyatanya tidak. Senyummu bersamanya seperti kebahagiaanku yg dibunuh. Aku hampir tak bisa membedakan arti air mataku. Menyesal ataukah ketidakterimaanku. Entahlah.

Aku selalu berkhayal tentangmu. Tentang kamu yang selalu ada untukku, menikmati sunset dan sunrise bersama di rumah idaman. Makan bersama, menikmati hari hari bersama, tertawa bersama. Menghapus air mataku. Selalu ada bahu untuk bersandar. Selalu ada kamu yang bersedia menggendongku saat aku lelah berjalan. Menghapus ice cream di tanganku. Menyibak rambutku dan menaruhnya dibelakang telingaku. SEMUA.

Dan tersadar, ternyata hanya khayalan yg tak akan jadi nyata. Kamu, dengan semua duniamu, tak akan pernah ada aku dibagian bahagiamu.

Diam

Aku menangis
Aku menangis seperti tangisan anak kecil
Aku tak tau apa yang aku tangisi. Kehilangan, kesalahan atau kesunyian
Aku takut apa yang akan aku hadapi dengan semua keadaan ini
Aku selalu merengek, “aku tak mau disini bu, pak”
Semua terjadi begitu saja, tentang kepergianku dan keputusanku yang menuruti keinginan orangtuaku
Perlahan, cobaan datang padaku. Banyak. Dan aku hanya diam.

Tugas Akhir

oke karena ada request dari salah satu blogger yang menyuruh gue membuat postingan tentang tugas, ini sudah terpenuhi~

sekarang, gue adalah mahasiswa tingkat akhir. setelah sekian lama gue kuliah, ini adalah puncak dari segala kegundahan hati tentang tugas. *kegundahaaan* :|

yak! TUGAS AKHIR. ini nyeremin men. di kampus gue banyak dosen yang ‘agak’ susah ngasih nilai. yaaa, nggak munafik sih, setiap mahasiswa pasti pengen lahya dapet nilai bagus dengan usaha yang ‘cukup’ mengerikan. *UHUK

tapi nih ya, karena program kampus gue menyuruh mahasiswa TA arsitek ‘meredesain’ bangunan, otomatis kita sebagai mahasiswa yang baik akan mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya *apasihreeeppp -_- iya maksudnya kita mahasiswa yang baik akan membuat redesain sebagus mungkin. Ngubah tampak lah, ngubah struktur lah, ngubah apapun yang perlu diubah.

Nah, karena gue mahasiswa bego, otomatis gue cuman ngubah tampak. Nyari aman :| *maaf ya readers kalo ada yg ngga paham*

Tapi nih ya, gue yang ngeredesain hotel 8lantai plus basement jadi 9lantai, merasa sangat lelah~ ya gimana ga lelah, ngubah denah satu aja yang lainnya ikutan ke-ubah. Gue lelah~ revi lelah~

Sebenernya, kesalahan gue pertama itu, KENAPA GUE MILIH JUDUL HOTEL. NJIR! PUSING NYET. ehem.
Kesalahan kedua, KENAPA GUE NGGA LANGSUNG NGERJAIN DAN LANGSUNG ASISTENSI. ITU.
Sakitnya tu disini.. *tsaah. Kalo ada tali nih, gue udah gantung diri kali di kamar.

Kalo soal judul hotel sih kayanya ngga ada masalah apa apa. Tergantung kitanya ngerti sistemnya apa engga. Lah ini gue dengan sombongnya bilang sama dosen pembimbing gue, “saya mau pilih ini pak. Hotel~” dengan santainya gue nunjuk laporan sinopsis yang hotel, bukan yg gedung pemerintahan.
Dan dengan enjoynya pembimbing gue bilang, “oke, tunggu hasil yudisium. Apapun hasilnya, km harus tanggung jawab sama tugasmu”. Seketika hening. GUE DIRASUKI SETAN MANA SAMPE GUE BILANG GUE MILIH HOTEL? HAH?

Gue sih blm ngerasain pas bikin awal-awal. Pas udah sampe tengah tengah, INI GAMBARNYA GIMANA, NYET. Gue panik nanya sana nanya sini sampe gue ngerti. Gue sih ngga ada pikiran buat ngejoki orang. Sayang ilmunya *sok bijak* *padahal sayang duitnya* lagian takut juga kalo misal ditanyain pas sidang gatau apa-apa. Bisa bisa ga lulus gueeeee.

Akhirnya gue kerja keras buat ngertiin gambar. Hampir tiap malem lembur. Idup udah jungkir balik. Pagi jadi malem, malem jadi pagi. Apa bae nih. Sampe tiba saatnya gue bener bener jenuh sama kamar gue. Efek dari kejenuhan itulah menimbulkan malas mengerjakan. Dan akhirnya tidur. *apasihrep -_-

Nih ya, gue paling kesel kalo ketiduran. Bangun-bangun mesti bilang, “anjir udah jam segini!”. Kalo kata temen gue, tidur itu mitos. Kalo kata gue, tidur itu khilaf -_______- ya abis tiap kali bangun mesti bilang, “nyesel gue tidur”

Ini yang bikin gue jadi ogah di kamar. Intinya sih kalo ngerjain di kamar sendirian selalu ketiduran. Niatnya tidur dulu ntar bangun jam2an. Tapi endingnya kebablasan -_- dan gue memutuskan untuk menginap di kosan temen~ ini ide cemerlang~. Setelah gue mencoba untuk menginap, sepertinya gue salah tempat. TERNYATA ORANGNYA JUGA SUKA KETIDURAN. Bapuukkk. Ini buat yang lagi dikejar deadline, resep biar nggak gampang tidur, kopi dicampur garem. Dijamin mata bakal melek!

Oke, gue mencoba untuk melek demi TA. IYA INI DEMI TA :” dan sampe tiba saatnya gue harus ngerjain yang namanya RAB RKS. oke fix ini yang paling bikin pusing. Masih mending kalo gue disuruh bikin gambar, daripada harus ngitung dan ngetik T.T gue ngga bisa ngituuuuuuung. Lemah banget njir T.T ini yang membuat gue nginep di kosan temen gue yang lain. Gue jadi bingung, tadinya nginep di kosan Rinta, tiba tiba si Yuvi ikutan nginep. Dan endingnya pindah ke kosan Faiz. Yaps kosan cowok :| nah yg sekosan sama Faiz ada Bebe sama Pungki. Jadi nih ya, tiap malem ngerjainnya bareng mereka semua. Bangun tidur liatnya mereka, mau tidur liatnya juga mereka. Mandi sehari sekali, makan seadanya. Duit diirit irit buat ngeprint kalkir A2. Muka udah kaya pembentong. Idup guee idup gueeeeee.

Tapi disela sela kesetresan itu gue masih bisa ketawa sama temen-temen gue. Saat sehari sebelum pengumpulan, gue mencoba untuk “menyudahi” gambar. Gue udah gamau pegang gambar lagi. Akhirnya gue print lah hari itu. Lega memang, yang bikin nggak lega ya duitnya. Mampir doang. Njir~~

Daaaaaaaan hari senin tiba, gue pun menyudahi semuanya. Muak men. Udah bodo amat. Capek~ akhirnya gue kumpulin. Setidaknya masih ada 2 hari untuk hibernasi sebelum sidang dimulai.

H-1 sebelum sidang. Paginya masih ketawa-ketawa, siangnya nyantai, malemnya GUE NGGAK BISA TIDUR. Gue takut besok ditanyain apaan. Gue mencoba untuk membuka gambar gue, belum ada 2 menit udah gue tutup. Nggak nafsu banget. Sampe jam setengah 3 pagi gue belum bisa tidur. Apabaenih! Akhirnya gue menenangkan diri dan tidur.

Paginya~ ini pagi yang menegangkan. Mandi buru-buru, ngga sempet makan, muka panik, make rok item, pake batik daaaaan berangkaaaaat~~~~
Sampe sana, papasan lah gue sama dosen pembimbing gue. Aduhduh rasanya nyes banget kaya ketemu gebetan *eh bukan :|
Tetiba yg dosen pembimbingnya pak bintang udah disuruh ngumpul, gue jalan. Masuk ke ruangan dan beliau mulai ngobrol ini itu. Intinya sih sidangnya ga jauh jauh dari gambar.

Dan satu persatu maju. Gue giliran nomer tiga. Yang pertama selesai dalam waktu 2 jam. Anjir dia ngapain aja di daleeeeemmm. Yang kedua selesai dalam waktu satu jam setengah. Dan giliran gue, cuman setengah jam wkwkwk
Abis sidang gue langsung balik. Lega gueeee.

Hari senin pengumuman nilai TA. Semua pasang muka tegang. Gue tegang, banget. Tapi gue mencoba staycool. Santai, kalem, jalan juga nyantai, pas nyampe pengajaran. NILAI GUE, BERAPA NILAI GUE. Dan AAAAAAAAAAAAAAA LEGA BANGEEEEET GUE DAPET A! Alhamdulillah…. Usaha gue ga tidur cuman buat ngerjain jadi ga sia sia.

Nih ya, buat yang lagi nge-TA gue kasih tau. Jangan nunda pekerjaan. Kalo udah dapet gambar, langsung kerjain. Durasi ngerjain cuman 2 bulan. Itu pun harus lengkap. kalo seharian aja nggak nggerjain, kalian merugi! Jadi, kerjain yang bisa dikerjain. Bikin desain sebagus mungkin, seunik mungkin dan selengkap mungkin. Pahami gambar, jangan sampe ada kejadian “nggak bisa jelasin gambar” apalagi pas sidang.

Goodluck ya buat kalian! :D