Teman :’)

Teman? Apa arti teman?

Aku tak pernah benar-benar mendapat teman yang sampai sekarang aku percaya. Aku muak dengan semua orang yang melebelkan dirinya adalah temanku, tetapi pada akhirnya malah pergi begitu saja tanpa ada sepatah katapun yang terucap. Dengan membawa semua rahasiaku, semua cerita yang aku alami selama ini, semuanya! Kamu pergi membawa itu semua dan membongkarnya dengan paksa.

Aku memang terlalu bodoh untuk semua urusan ini. Sampai berulang kali aku dikhianati, entah sudah yang keberapa kalinya. Bukankah kita sudah terhubung dalam satu kata? Ya, kata yang aku sebut teman. Aku hadir dikehidupanmu, aku pun demikian tanpa pernah kita bisa menyangkal kehendak Tuhan untuk kita bertemu. Bukankah seharusnya kita menjaga hubungan ini? Tapi mengapa dari sekian banyak teman yang aku miliki, mereka tak mau untuk menjaganya. Bagaimana mungkin semua akan baik-baik saja jika hanya satu orang saja yang mempertahankan sebuah hubungan.

Aku tau, sebuah ‘pertemanan’ tak akan pernah sama dengan ‘persahabatan’. Tak akan berubah dengan cepat menjadi seorang sahabat. Maka dari itu, aku tak pernah berharap terlalu jauh tentang sebuah persahabatan.

Tapi hai, tolong. Aku ini temanmu! Sudah berapa kali aku katakan aku ini temanmu! Sudah berulang kali aku meminta, datanglah padaku jika kamu memang butuh bantuan. Apa kalian keberatan jika harus mengadu semuanya padaku? Aku tak kamu percaya? Apa aku pernah membocorkan semua rahasiamu ke orang lain? TIDAK! Tapi kenapa kalian tak mempercayaiku?? Kalian malah asik ngobrol sendiri, bahkan aku tak pernah tau apa yang sedang menjadi topik pembicaraan kalian. Aku disini hei! Disampingmu! Ya, aku disini, bukan untuk kalian abaikan. Aku bukan patung! Aku juga bukan setan yang tidak pernah mau kalian lihat dan dekati! Aku manusia.. aku sama seperti kalian..

Sempat aku berfikir, “percuma saja aku mempercayai kalian jika pada akhirnya kalian mengkhianati. Percuma aku mengadu pada kalian jika akhirnya kalian pergi. Dan percuma aku menganggap kalian isimewa jika akhirnya kalian tak pernah menganggapku ada.”

Sampai suatu ketika aku sadar setelah membaca quote di salah satu akun jejaring sosial, “jika A tak pernah menganggapmu, sesungguhnya masih ada B, C, D, E, F –Z yang memperhatikanmu. Hanya saja kamu tak sadar.” Kemudian, “jangan mudah curhat ke teman. Mungkin saja dia hanya penasaran, bukan peduli.”

Sempat terfikir dalam otakku, aku sudah bosan hidup seperti ini. Yang ada hanya kata mati-mati-mati. Agar semua bebanku terbayar sudah. Hilang dan tak akan pernah kembali. Tapi aku pasti menyesal jika aku mati nanti, aku belum sempat membahagiakan orang tuaku, membayar janji-janjiku, aku juga belum sempat menemukan orang yang benar-benar peduli denganku. Ah entahlah. Jika suatu saat aku mati, apa kalian sadar kalau aku selalu ada untuk kalian? Baru sadarkah kalian kalau aku pernah hidup dan hadir di hidup kalian dan berharap mennjadi teman kalian? Hanya teman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s