Entah, khayalanku masih sama seperti 2 tahun lalu. Masih berharap hari itu datang. Saat aku berharap kamu tau perasaanku. Saat aku berharap kamu membalasnya dan saat perjuangan itu dimulai.

Aku terlalu berharap pada hal yang tidak seharusnya aku harapkan. Mengharapkan aku bisa bersamamu.

Seharusnya aku tak berkhayal seperti itu dengan posisimu yg sudah dimiliki dia. Kamu terlihat bahagia bersamanya. Aku bisa apa?

Seharusnya aku bisa bahagia melihat kamu tersenyum bersamanya, tapi nyatanya tidak. Senyummu bersamanya seperti kebahagiaanku yg dibunuh. Aku hampir tak bisa membedakan arti air mataku. Menyesal ataukah ketidakterimaanku. Entahlah.

Aku selalu berkhayal tentangmu. Tentang kamu yang selalu ada untukku, menikmati sunset dan sunrise bersama di rumah idaman. Makan bersama, menikmati hari hari bersama, tertawa bersama. Menghapus air mataku. Selalu ada bahu untuk bersandar. Selalu ada kamu yang bersedia menggendongku saat aku lelah berjalan. Menghapus ice cream di tanganku. Menyibak rambutku dan menaruhnya dibelakang telingaku. SEMUA.

Dan tersadar, ternyata hanya khayalan yg tak akan jadi nyata. Kamu, dengan semua duniamu, tak akan pernah ada aku dibagian bahagiamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s