Tulisan Ini Tentang Kita

Aku hanya ingin didengar walau tak sempat saling melihat..

Aku dan kamu duduk diantara jarak yang panjang. Menikmati pagi di tempat yang berbeda. Menikmati seduhan kopi buatan sendiri. Menikmati secercah cahaya kecil dari matahari. Pagi ini mendung, tertutup awan abu abu. Tapi kamu bilang di sana cerah. Aku tak peduli.

Aku akan menapakkan kakiku di sebuah kota kecil nan rapi. Dengan banyak pohon disepanjang jalan. Dan kamu akan menjejakkan kakimu di sebuah kota yang ramai dengan banyak kendaraan berlalu lalang juga banyak rambu dijalan.

Katamu disana menyenangkan, kataku disini lebih menyenangkan. Katamu disana banyak hiburan, kataku disini nyaman. Katamu disana indah, kataku disini istimewa.

Jarak memberi kita banyak ruang. Jarak memberi kita banyak perbedaan. Jarak memberi kita banyak pilihan. Jarak memberi kita waktu sendiri. Tentang aktivitas, tentang kebiasaan dan tentang cinta.

Kamu yang disibukkan dunia kerja, dan aku yang disibukkan tugas kuliah. Yang kita butuh hanya saling percaya.

Semakin lama kita berjarak, semakin banyak kepercayaan yang terkikis. Perlahan larut dan hilang. Semakin lama kamu tak mempercayaiku dengan sejuta pertanyaan dan makian di telepon genggamku.

Jarak yang awalnya membuatku banyak ruang, semakin lama menjadi kecil dan sempit. Tak tahu harus bagaimana aku bergerak dan bernafas dengan baik. Aku sudah tak punya jawaban atas pertanyaanmu, karna memang hanya itu jawabanku.

Kamu minta berakhir, aku bilang tak mau. Aku ingin memperbaiki, mungkin aku yang salah. Tapi setelah dijalani, semua berbeda. Sekarang aku yang tak mempercayaimu. Bukan karena seseorang, tapi karna kamu sendiri. Mengingat makianmu yang membuat aku benar benar sakit hati. Aku hanya takut jika kamu menjadikan hubungan kita sebagai taruhan, pelampiasan dan balas dendam. Aku tak tahu harus bagaimana. Kepercayaanku mulai luntur.. Pernahkah kamu melihatku berubah menjadi yang kamu inginkan?

Aku hanya ingin didengar walau tak sempat saling melihat..

Aku tak tahu bagaimana hubungan kita dimasa mendatang. Mungkin ada kalanya saat mendengar namamu aku bahagia, dan ada kalanya mendengar namamu aku biasa saja.
Ada kalanya ucapan sayangmu membuatku tersenyum dan ada kalanya ucapanmu membuatku diam.

Tak tahu bagaimana di masa depan, apa kita masih bersama atau tidak. Aku hanya ingin berjalan sesuai keinginan Tuhan. Entah Tuhan menginginkan kita menjalin cerita bersama atau tidak. Entah Tuhan menulis kisah kita di lembar yang sama atau di lembar yang berbeda. Entah Tuhan menginginkan kita tetap tersenyum dengan keadaan yang sama atau keadaan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s