Riuh

Aku hanya ingin mendengar deru ombak, melihatnya dihadapanku. terseret ombakpun aku tak apa-apa.

Aku hanya ingin mendengar percikan air hujan yang jatuh, mencium bau tanah basah, melihat dedaunan hijau sepanjang perjalanan.

Hanya ingin mendengar suara binatang berbisik lirih tentang nyanyian riang maupun sendu.

Aku mungkin terlihat baik-baik saja. Diam dan sesekali tersenyum pada orang-orang disekelilingku. Aku hanya menutupi semuanya. Tak ingin ku katakan apa yang ada dalam diriku.

Namun, hatiku riuh, memberontak dan meronta. “AKU TIDAK INGIN SEPERTI INI!” hatiku bergemuruh. Rasanya ingin ku muntahkan semua yang ada dalam hatiku, ingin ku teriakkan semua yang ada di otakku. tapi apa? yang kudapati hanya mulut yang tak sanggup mengatakan semuanya. Tersangkut entah kemana muntahan itu.

Tangisanpun sudah tak mampu menyelamatkanku dari rasa lega. Malah membuatku merasakan jatuh yang lebih dalam lagi. Sudah terlampau sering aku menghela nafas panjang. Dan yang sekarang bisa kulakukan hanya diam. Menikmati apa yang seharusnya sudah ditakdirkan. Tidak menutup kemungkinan, bahwa suatu saat aku pasti ikhlas dan bersyukur dengan keadaan yang membawaku menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi.

Aku hanya butuh waktu untuk meredakan riuhnya hatiku dari ketidakadilan dan pemberontakan otak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s