Hanya Sebuah Handphone dan Media Sosial

Dunia itu luas. Jangan kau persempit menjadi sebuah layar kecil, handphone.

Setiap pasangan pasti melakukan kontak melalui handphone. Apalagi untuk jaman sekarang, handphone sangat penting. Semua orang mulai terbius oleh kecanggihan aplikasinya. Bahkan untuk mengetahui keadaan seseorang, kita hanya perlu melihat status di timelinenya. Dalam jangka waktu hanya beberapa menit saja kita sudah tau kabar seseorang tanpa harus menunggu sebuah pertemuan, kita bisa tau dengan siapa dia bersanding, lebih mudah mengetahui perselingkuhan, semua serba mudah.

Untukku, handphone merupakan suatu keharusan. Setiap detik mengecek, seolah ada yang menghubungi-nyatanya tidak. Aku lebih suka membaca berita, dan menunggu kabar seseorang.

Kabar seseorang? Iya. Seseorang yang selalu ku tunggu, dan kuharap dia menghubungiku. Seseorang yang penting untukku. Seolah tidak ingin ku lewatkan hari tanpanya. Tapi entah dengan apa yang dia rasakan. Hati seseorang siapa yang tau? Yang kubisa hanya mengecek apa yang dia lakukan saat dia tak bersamaku. Dengan handphone dan media sosial.

Mungkin aku yang terlalu mendewakan media sosial membuatku susah menemukan teman baru untuk bermain keluar. Lebih membuatku autis hanya dengan sebuah chatting, bukan pertemuan. Mungkin aku yang seperti ini jadi malas melakukan apapun. Dan pada akhirnya aku tak punya kegiatan selain mengotak atik handphone. Karena tak punya kegiatan, aku jadi lebih sering menghubungi pacarku dan membuat pacarku marah.

Suatu ketika, handphone ku rusak, entah apa yang bermasalah. Aku jadi seperti orang gila yang merengek ‘jangan rusak’. Tak punya uang untuk servise, lengkaplah sudah. Untungnya aku punya handphone 2, tapi sayangnya yang satu hanya bisa untuk sms. Seperti ada yang kurang memang, tak bisa membuka instagram, bbm, line, wasap dll.

Pada fase yang benar-benar jenuh, aku mengajak temanku keluar, nongkrong-kegiatan yang dulu rutin ku lakukan tiap malam minggunya. Cerita sana sini, curhat tentang apapun, semua terasa menyenangkan. Tiba-tiba temanku berkata,

‘haha untuk apa kau bersedih hanya karena handphone. Memang rasanya ada yang kurang, tapi kan kau masih bisa sms. Apa yang harus dipusingkan, toh datamu juga di memori eksternal. Sudahlah, dunia luas, men. Jangan dipusingkan karena tak bisa asik-asikan dengan media sosial. Kau  mau jadi anak hits yang tidak lepas dari medsos? Cek-in sana sini, upload ini itu, bikin status gonta ganti dp. Alaaaah.. santai laaah.. Jangan persempit duniamu menjadi sebuah layar kecil, handphone. Lebih baik kau pergi kemanapun kau mau, lakukan sesuatu yang membuatku senang. Memangnya di akhirat nanti kau akan ditanya, ‘seberapa hits kau di dunia’? tidak kan….’

Perkataan temanku membuatku berfikir ulang. Hidup ini indah, kenapa aku tak mengindahkan duniaku untuk menjelajah manapun dan apapun yang kumau? hanya dengan medsos, sejenak duniaku terlihat kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s