Kau Sebut Apa Dirimu?  

Kau berada pada sebuah kotak dengan ia dan kau sebagai tokoh utama. Yang biasa kau sebut dengan ruang. 

Cerita yang menghiasi setiap pertemuan. Tawa yang kadang tak mampu dibungkam. Rindu yang selalu tersebar di setiap dindingnya. Tak mengapa, ia hanya sedang ingin mengingat perihal bahagia. 

Namun, nyatanya berbeda. Ia tak lagi rasakan yang sama. Ia menangis di siku ruang melihat kau diam tak mampu berkata. Sesekali kau memeluk, ia pun jua, saking cintanya. Pesan – pesan singkat yang ia lihat di handphone mu, ia rasakan seperti pisau menancap di jantung dan paru. 

Kau, cobalah melihat ia yang tak pernah mengeluh dengan sikapmu padanya. Cobalah melihat betapa ia ingin diperlakukan sama. Cobalah sedikit saja melihat ia yang tak pernah mau meninggalkanmu. Sudah banyak yang dilalui, cobalah untuk sedikit menghargai. 

Kau tak pernah beri ia secercah jalan kecil menujumu. Semua pintu tertutup, dan ia hanya bisa menunggu. Atau kalau mau, ia sudah merusak pintu pintu itu. Tapi ia tak melakukan, takut kau tak nyaman. 

Sudah banyak malam ia ratapi sendirian. Dan kau satu satunya yang dikhayalkan. Mirisnya, kau tak memikirkannya. Kau sibuk dengan dunia fana bersama sosial media. 

Sudah banyak pagi yg ia lewatkan tanpa ucapan pemula hari. Ia menunggu membisu. Sampai di penghujung hari kau masih saja tak menghubungi.

Kau sebut apa ia? Ia menyebutmu cinta. Lantas, coba jelaskan padanya. Bagaimana hidup mu jika ia sudah tak ada? 

Kau sebut apa ia? Ia menyebutmu istimewa. Lantas, coba jelaskan mengapa kau membuatnya terluka. 

Kau justru sebut ia pengusik, tak asik. 

Ia tak pergi, ia masih saja percaya kau akan berbalik arah padanya nanti. 
Jangan sia siakan orang yg peduli denganmu, jangan sampai kau sadar saat bayangnya terlanjur memudar. 
Kini, bersama puan lain ada ia disetiap alinea kata. Tentang tak pantasnya ia bersanding denganmu. Tentang laku yg tak berlaku. 

Kini, kau tak lebih dari penjahat yang terlanjur mengisi hati tentang bagaimana nyamannya mati. 

Sungguh ia tak bisa mati tuk kedua kali. 

Lantas, kau sebut apa dirimu? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s