Untuk Mereka (Tuan dan Puan yang Sedang Asik Tertawa)

Adalah kau, yang hadir dengan sebungkus luka

Adalah aku, yang bodoh mempercayai(mu)

Seutuhnya.

 

Sebab aku adalah rupa

yang datang berbagai warna

Sebab aku adalah jemari,

yang harusnya kau rengkuh sangat angkuh

 

Wahai awan berubah kelabu,

dengan mataku yang semakin sayu

Tuan, raga kita memang bersama,

namun tentang hati? Siapa yang mampu menyangka?

 

 

Sebab aku adalah warna,

yang biru semakin mengabu

Sedang ia adalah permata,

yang merah semakin menyala.

 

Sebab aku kau tusuk belati,

sedang Ia semakin sejati

Sebab aku adalah pilu,

ulah si pemberi tak tahu malu.

.

.

Dalam aku yang berharap; untuk segera bertemu dengan Puan. dan aku yang berharap sang Tuan sedang bersamanya.

Dalam; aku yang bosan menjadi orang baik, dan aku yang ingin menampar Tuan dan Puan yang sedang asik tertawa.

Advertisements